Kampoeng Pujangga

Ikon

Setelah Menatap yang Tampak, Pedih Terkubur Tak Tampak

Buku Sepasang Mata yang Cemburu

Epilog

Kumpulan puisi dalam buku berjudul “Sepasang Mata yang Cemburu”, merupakan catatan dari ketidakmampuan saya berdamai dengan mata yang merekam taman surgawi seakan pemandangan buruk dan tak layak ditampilkan. Dalam tempo itu, ketidakadilan, kegelisahan, kepedihan berbicara dan meminta saya merekamnya.

Rekaman-rekaman itu tercecer di mana saja, setiap kali mata saya menjalankan fungsinya. Menatap yang tampak. Menyimak yang nyata. Namun, rasanya lebih damai bila mata itu terpejam, tersebab dalam keadaan terbuka ia selalu membaca kenakalan-kenakalan yang terselubung.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Esai

Kemah Sastra

Baru-baru ini, Komunitas Ranggon Sastra secara bersama-sama dengan Unitas mengadakan acara Kemah Sastra. Konsep Kemah sastra, adalah bagaimana supaya para peserta dapat mencintai sastra melalui pendekatan alam, sang guru yang mengajarkan peserta dengan bimbingan secara alamiah.

Tujuan utama diadakan kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturrahmi antar peserta yang terdiri dari lintas smester. Dalam hal ini, tidak ada lagi sekat senioritas yang memisahkan peserta. Karena, di balik tujuan itu, ada cita-cita besar belajar bersama dan sama belajar.

Filed under: Catatan Mungil

Rokok

rokok1-copySebuah rokok akhirnya ia bakar juga. Dihisapnya rokok itu dalam-dalam. Asap masuk dan keluar tak lama kemudian dengan bentuk hembusan berantakan. Setelah bagian depan yang terbakar sudah agak panjang, ia menghempaskannya asbak. Kalau tak ada, ke segala arah.

Sudah 5 tahun ia aktivitasnya tidak bisa lepas dari barang mungil itu. Taufiq Ismail mengistilahkan rokok sebagai “tuhan lima centi”. Dan ia suka sekali dengan sajak itu. Tapi mengapa ia masih suka menghirup aroma tuhan lima centi itu? ia tak pernah berhasil melupakannya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Catatan Mungil

Bom

bomLedakan terdengar tiba-tiba. Orang-orang yang melintas kalangkabut. Suasana riuh. Pemadam kebakaran berusaha memadamkan. Beratus-ratus petugas keamanan dikerahkan. Tempat-tempat yang diduga akan menjadi sasaran peledakan segera diamankan.

Di mana-mana desasdesus akan terjadi ledakan menyebar pesat di seantero Jakarta. Mal-mal, plasa, dan tempat pembelanjaan lainnya sepi seketika. Jalananpun lengang. Semua orang ketakutan. Takut kalau-kalau gedung dekat jalan yang mereka lintasai meledak dan mengeluarkan api. Serpihannya pasti akan sampai padanya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Catatan Mungil

Cermin Disiplin Kerja

sleepSuasana ruangan ber-AC itu tiba-tiba panas seketika. “Siapa yang tak jengkel bila kita terusik saat bekerja?” Demikian raungan yang keluar dari mulut Ibu Mursida (42), salah seorang pegawai negeri di sebuah departemen yang giat bekerja. Sejak tadi dia keluar masuk ruangan, mengcopy arsip-arsip bantuan di ruang sebelah, karena foto copy yang ada di ruangannya rusak.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Esai

Saatya Berkarya

Domestik

  • 60,431 hits

The Voices of Soul

Rindu Malam

malam


rinduku pada bulan tak usai rinduku pada perawan. ketika gelap terendam dalam kamar lampu-lampu kota menatapku dengan tangis dan ratapan masihkah kelepak malam menawarkan kesetiaan ketika segenap purnama tak lagi menatap polusi yang kian menebal dalam kalbuku? aku mengajak kalian berbenah, menuntaskan malam yang hampir binasa. namun sisa pembakaran tubuhmu terus menyala seakan menjelma perapian selanjutnya. aku berangkat menuju bintang-bintang menghampar sejuta pertanyaan yang tak pernah kita sepakati

Linky in Show




Saya bersama teman-teman sekampus, seusai menonton pagelaran membaca puisi di Taman Ismail Marzuki, bersama Jamal D. Rahman dan Agus R Sarjono



Acara SBSB (Siswa Bertanya Sastra Menjawab) di Ponpes Al-Amien Prenduan. Dari kiri: Ali Ibnu Anwar, Jamal D Rahman, Joni Ariadinata, KH Moh Idris Jauhari, Taufiq Ismail, Moh Hamzah Arsa, Hasan Sanjuri



Bersama mas Dedy Mizwar saat menghadiri Kongkow Sastra di Gelanggang Remaja, Senen, Jakarta.



Selepas acara bedah buku Sepasang Mata yang Cemburu bersama D. Zawawi Imron di Universitas Muhammadiyah Jember

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Agustus 2016
S S R K J S M
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.