Kampoeng Pujangga

Ikon

angin gunung

matahari yang muncul
pada pangkal paha bukit itu
mengurai daun dan pohonan
menjelma bayang alam yang menawan

langit yang takjub di pagi hari
adalah cermin ramah orang terkasih
menyala dalam dadaku yang kemilau
dililit bulu perindu di dinding batu ampar

embun yang mengembang
di bawah langit desaku
adalah embun yang datang dari gunung
dan bermuara dalam jiwaku yang terusung.
walau hanya pada selembar daun jagung
mampu kutulis berbait-bait sajak agung
yang angin membunga, udara memohon
di lahan semesta yang bebas kita tonton

gunung yang membayang pada sisa air tawar
yang mengalir sepanjang sungai
adalah gunung yang bermula dari hutan
yang dulu begitu menakutkan

o, tak dapat kusangkal
betapa perkasanya ju’ mare*
memugar pohon-pohon jati yang rindang
menjadikan semesta lapang
bagi anak cucunya riang.

Jember, 11 Oktober 2007

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: