Kampoeng Pujangga

Ikon

Geliat Penyair Muda Madura

S.Yoga

Madura selain terkenal sebagai pulau garam dan tembakau ternyata menyimpan banyak potensi, di antaranya dunia kepenyairan, sastrawan. Ini bisa kita lihat dari beberapa nama yang sudah malang melintang di dunia kepenyairan, sebut saja D Zawami Imron, Abdul Hadi WM, yang lebih muda lagi Jamal D Rahman, Ahmad Nurulah, Syaf Anton WR dan Hidayat Raharja.
Sedang yang masih setia tinggal di kampung halamanya selain D Zamawi Imron, yang terus berbaur dengan msyarakat dan keromantisan desa pesisir, ada Syaf Anton dan Hidayat Raharja. Yang lain meski tinggal di Jakarta tapi masih terikat dengan kampung dan adat, bila sewaktu-waktu ada acara keluarga maka mereka berdatangan ke kampung halamannya, sehingga karya-karya merekapun masih ketara nafas Maduranya, karena ikatan batin itu susah untuk dihilangkan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tulisan Non-Saya

Nyanyian Merdu

-sebuah sajak ulang tahun-

hari-hari menentukan birahi perjalanan
dalam menembangkan nyanyian merdu
yang tak lebih dari sebuah potret lusuh kehidupan.
langkah-langkah tak terbaca selalu berjumpa dengan kita
dan menjelmakan dirinya menjadi sebuah nasib
yang berbicara tentang kealpaan.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sajak

Bercakap tentang Bintang

dalam percakan kali ini,
kita cukup berkata:

“perbatasan yang menjulang pekat hitam mengundang temaram
adalah bintang dengan kilauan semburat keperakan,
percakapan kita hanya sebatas bintang di pucuk pandang
tanpa harus bertanya ‘mengapa tergantung tanpa benang?’.”
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sajak

Lagu-lagu Lelah

lagu bagi : Ofa
nyanyian yang mana sayang
mari aku pilihkan setembang

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sajak

Debu di Dinding Rumahku

debu yang menempel di dinding rumahku
belum pernah selesai kau baca, sayang.
karena kau tak tahu
pada jendela dan langit-langit,
selalu saja sarang laba-laba. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sajak

Saatya Berkarya

Domestik

  • 72.772 hits

The Voices of Soul

Rindu Malam

malam


rinduku pada bulan tak usai rinduku pada perawan. ketika gelap terendam dalam kamar lampu-lampu kota menatapku dengan tangis dan ratapan masihkah kelepak malam menawarkan kesetiaan ketika segenap purnama tak lagi menatap polusi yang kian menebal dalam kalbuku? aku mengajak kalian berbenah, menuntaskan malam yang hampir binasa. namun sisa pembakaran tubuhmu terus menyala seakan menjelma perapian selanjutnya. aku berangkat menuju bintang-bintang menghampar sejuta pertanyaan yang tak pernah kita sepakati

Linky in Show




Saya bersama teman-teman sekampus, seusai menonton pagelaran membaca puisi di Taman Ismail Marzuki, bersama Jamal D. Rahman dan Agus R Sarjono



Acara SBSB (Siswa Bertanya Sastra Menjawab) di Ponpes Al-Amien Prenduan. Dari kiri: Ali Ibnu Anwar, Jamal D Rahman, Joni Ariadinata, KH Moh Idris Jauhari, Taufiq Ismail, Moh Hamzah Arsa, Hasan Sanjuri



Bersama mas Dedy Mizwar saat menghadiri Kongkow Sastra di Gelanggang Remaja, Senen, Jakarta.



Selepas acara bedah buku Sepasang Mata yang Cemburu bersama D. Zawawi Imron di Universitas Muhammadiyah Jember

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!