Kampoeng Pujangga

Ikon

Antara Maneka-Satya, Qhais-Laila

kita tak jauh.
tapi jarak yang dekat
antara kau dan aku
cukup melelahkan.


tanpa ujung yang jelas
aku selalu meniti sunyi
mengingat pertemuan maneka dan satya
di atas pedati purba.

tak pula aku senang
melihat qays menggila
saat layla jauh darinya:
keduanya berlutut pada cinta.

kebahagianku berada dalam derita
yang selama ini tak pernah mereka rasakan
walau kisah cintaku kini punah
dan enggan muncul pada keluasan semesta.
pertemuan dibuat
sia-sia,
perpisahan diharap
jadi nyata.

– inilah kisah baru :
aku jatuh memungut sepi
seribu kenangan jadi sunyi
saat cinta mengapi ditelan luka
timbullah duka paling purna.

yang tak pernah dirasakan;
maneka-satya
qais-layla

Madura, 2005

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: