Kampoeng Pujangga

Ikon

Bercakap tentang Bintang

dalam percakan kali ini,
kita cukup berkata:

“perbatasan yang menjulang pekat hitam mengundang temaram
adalah bintang dengan kilauan semburat keperakan,
percakapan kita hanya sebatas bintang di pucuk pandang
tanpa harus bertanya ‘mengapa tergantung tanpa benang?’.”

kita selalu terpapah oleh lena
yang sempat kita selesaikan dengan logika.
makna langit
adalah perjalanan siang dan malam.

99 isim tumpah ke bumi,
99 isim semakin sulit pula dipahami.
apakah kini yang kita anggap sunyi?
malam-malam angker dengan bulatan-bulatan bulan?
atau cahaya yang selalu muncul dan bergantian?

kita selalu menangis berpikir tentang luar angkasa.
tanpa cerita,
tanpa mendengar apa-apa.

-dan besok obrolan kita akan terasa lebih kaku
dengan kehadiran matahari,
kehadiran embun diselingi selantun pelangi-

Madura, 2004-2006

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: