Kampoeng Pujangga

Ikon

Beribu Kristal

dadaku dipenuhi selaksa kristal warna warni
yang selalu berdzikir menyambut pagi
penat terempas dalam sajak
berat tertuntun dalam gerak
terpajang lumpuh di atas lantai dingin
meraba-raba nama-Mu.

seperti seniman
aku melukis bola-bola kristal
dengan do’a seribu musim.
merintih sunyi di tempat yang lebih teduh
dari taman surga,
setelah mendzikirkan beribu kristal
dari ayat-ayat diam.

dari ketinggian langit
aku birukan laut dalam diriku
yang tak berjarak dengan-Mu.
sujud membatu
batu membundar
bundar menggenang dalam sujudku.

Madura, 2005

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: