Kampoeng Pujangga

Ikon

Dekaplah Dukaku

dukaku berteduh di liang-liang hujan
duka rindu yang telah lama aku diamkan.
oh, mengapa kau pandai membawa duka,
kasihku!

sedang badanku gemetar tak kuasa menghindar
dan selalu datang duka baru yang kau bawa
dalam bayang
siang
malam.

dekaplah aku kekasih dengan jemarimu yang baja
agar rinduku tak surut
agar anganku tak larut
di keluasan mimpi.

dekaplah tubuhku dengan kata
sebelum dukaku melahirkan bisa
dan sirna menggugurkan kata indah
yang terpancar pada kenangan masa lalu kita.

jangan kau paksa dukaku berteduh dan terus ada
dekaplah dukaku yang malam
lilitlah tubuhku yang dalam
karena aku selalu
membuat kata di liang-liang hujan
bila kau mendekapku.
Madura, 2004

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: