Kampoeng Pujangga

Ikon

Hujan

sewaktu hujan turun
rinduku yang rahasia
menjadi patung kata-kata.
sosok-sosok sunyi yang karam pada badai
sesak di ujung irama musim.
apakah batas hujan ini
hanya tersisa di jejak kaki
para pejalan itu?

pohon-pohon basah
membuat pertanyaan istimewa
dari rintik hujan
dan tiang air mata langit.

aku yang sunyi
menyimpan tarian bisu
dari bau tanah kering
sehingga rindu yang retak
sampai pada rongga kata yang sesak.

suatu malam di musim hujan
ada bayangan seorang kekasih
yang terbaring di dadaku
o, kemanakah dia?
matikah?
atau bumi mengalirkannya ke lautan
mengubahnya jadi kristal-kristal garam
atau lumut di batu karang.

Madura, 2005

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: