Kampoeng Pujangga

Ikon

Kita Tidak Pernah Benar-benar Sendiri*

(Tinjauan Sub-Sosial tentang Individu, Keluarga, dan Masyarakat)

Individu merupakan salah satu kedirian yang tidak dapat dibagi lagi, yang merupakan suatu eksistensi yang utuh. Hal ini berkaitan dengan hakikat manusia yang merupakan individu, makhluk sosial, dan makhluk Tuhan.

Sebagai individu, manusia memiliki kecenderungan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan. Asal segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya, maka dia akan melakukan segala macam perbuatan itu.
Kecenderungan manusia melakukan kehendak dalam dirinya, dapat menimbulkan perbedaan pandangan dari individu lainnya. Misalnya, seorang yang suka melakukan perbuatan mencuri, atau hal negatif lainnya, akan dipandang negatif oleh orang lain. Padahal, perbuatan mencuri yang dilakukannya, bisa mendatangkan kepuasan tersendiri bagi dirinya. Akan tetapi, privasi individu yang demikian dibatasi oleh privasi individu lainnya. Selain itu, secara adapt atau pandangan etika, perbuatan yang demikian tidak dibenarkan, baik itu oleh masyarakat dan hokum umum kehidupan. Karena walaupun salah satu individu dapat merasakan kebaikannya, namun beberapa individu lainnya akan merasa dirugikan.
Selanjutnya individu-individu tersebut terbentuk dalam sebuah lingkungan yang disebut keluarga. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, anak, yang berfungsi untuk mendidik, perlindungan, pembinaan agama, akhlak, moral, dll.
Dalam pandangan manapun, keluarga dianggap sebagai elemen sistem sosial yang akan membentuk sebuah masyarakat. Adapun lembaga perkawinan, sebagai sarana pembentuk keluarga adalah lembaga yang paling bertahan dan digemari seumur kehadiran masyarakat manusia. Perbedaan pandangan hidup dan adat istiadat setempatlah yang biasanya membedakan definisi dan fungsi sebuah keluarga dalam sebuah masyarakat Peradaban suatu bangsa bahkan dipercaya sangat tergantung oleh struktur dan interaksi antar keluarga di dalam masyarakat tersebut.
Dalam bukunya “Sosiologi Suatu Pengantar” , Prof.Dr.P. J. Bouman menjelaskan tentang pengertian tatanan keluarga sebagai berikut ; Pada zaman dahulu famili itu adalah satu golongan yang lebih besar dari keluarga. Kebanyakan famili terdiri dari beberapa keluarga atau anak-anak dan cucu-cucu yang belum kawin yang hidup bersama-sama pada suatu tempat, dikepalai oleh seorang kepala famili yang dinamakan patriach (garis ayah ). Ikatan famili itu akan mempunyai pelbagai fungsi sosial, kesatuan hukum, upacara-upacara ritual dan juga pendidikan anak.
Dalam pandangan feminis, keluarga dilihat sebagai bentuk yang dicanggihkan dari perbudakan ( famulus dalam bahasa Latin berarti budak ). Dari sudut pandang ini bisa dipahami usaha gigih kaum feminis menentang lembaga perkawinan yang dianggapnya sebagai lembaga pelestarian perbudakan laki-laki atas wanita. Setiap anggota keluarga memiliki peranan masing-masing. Keluarga juga berperan dalam proses sosialisasi.
Masyarakat adalah kumpulan keluraga yang menetap di suatu tempat. Masyarakat memiliki kebiasaan yang berkembang menjadi nilai dan kemudian menjadi norma yang dipatuhi bersama. Sosialisasi adalah proses penyesuaian dan adaptasi terhadap suatu lingkungan yang baru.
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan masyarakat ke dalam: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
Salah seorang pakar sosiologi, Ibnu Khaldun berpendapat bahwa politik tak dapat dipisahkan dari kebudayaan. Ia pun membagi masyarakat menjadi masyarakat kota dan desa. Tak heran, bila kemudian Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam.
Jadi, keluarga merupakan komponen penting dalam membentuk sebuah masyarakat di suatu tempat. Karena tanpa keterlibatan keluarga-keluarga yang terdiri dari individu-individu, sangat mustahil terbentuk suatu masyarakat yang memiliki tujuan, adat, kebudayaan, dan kesamaan persepsi dalam menjalani kehidupannya.

* Tugas Ilmu Sosial Dasar, untuk dipresentasikan di depan kelas.

Filed under: Esai,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: