Kampoeng Pujangga

Ikon

Nyanyian Merdu

-sebuah sajak ulang tahun-

hari-hari menentukan birahi perjalanan
dalam menembangkan nyanyian merdu
yang tak lebih dari sebuah potret lusuh kehidupan.
langkah-langkah tak terbaca selalu berjumpa dengan kita
dan menjelmakan dirinya menjadi sebuah nasib
yang berbicara tentang kealpaan.

lalu kuanggap kehidupan deretan angka bahagia
antara kapan dan di mana letihnya.
mengarahkan pijar-pijar cahaya selunglai bahasa prosa
walau pertanyaan bukanlah nyata irama sempurna.
jemariku rapuh menyusun bait-bait bening
setelah membakar timbunan sajak-sajak dosa.

setiap kali kunyanyikan lagu dari jeritan batinku,
hanya kata-kata ringan yang paham dan kudapatkan.
memenggal memoar-memoar tak bertebing,
tak berbatu,
tak berpasir.

teriakan angin dan pancaroba lebih berharga
ketimbang serakan-serakan nafas yang kualirkan,
di ujung-ujung kongkalikong kehidupan
dan di wajah-wajah pendakian semesta.

rerumputan tersenyum
ketika aku menjuluki kehidupan
bagai sebuah tatapan curam kenikmatan.
duduk.
berdo’a.
lalu bebas dari neraka.

riuh!
kahadiran raga masih tetap kuraba.
mengasah-asah belukar tak berakar,
mendobrak segenang erang
dengan pepujian bukan saji-sajian.
kerena walau irama kahidupan itu telah selesai
sampai akar-akarnya tak lagi melilit tanah,
takkan mampu menziarahi waktu
yang terlebih dahulu mengenal amsal sebuah masa lalu.

– karena aku semakin tau
akan kehidupan yang tidak lagi tatapan curam sebuah kenikmatan –

Jember, 2004-2006

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: