Kampoeng Pujangga

Ikon

Perempuan dalam Tidur

setiap malam aku dengar nyanyian perempuan
yang berserah diri pada kegelapan.
suara merdunya adalah aliran darahku yang mengental
di balik bantal tempatku mengemas rindu yang kian dangkal
seolah mengajak aku bermesra
dengan sepintal cericit camar yang berkecapi
di antara debur ombak dan bingkai pasir tepi pantai.

tak ada lengking jemari
sebagai musik pengiring tari,
ataupun siul bibir layu
sebagai desing peluru waktu.

mataku terpejam rapat dan teduh
mirip lipatan kertas tanpa penjuru,
dalam tidurku yang kesekian
tak sempat aku maknai kematian.
gelap melilit langit
sehingga sulit kubaca denyut bintang
sebagai lambang malam-malam indah.

kemerduan itu semakin menggeliat
hingga tepuk tanganku kian sekarat
bagai logam peluru
menembus angin tanpa arah, tanpa darah
aku jatuh!
bangun!
sadar!
mimpi!

-terkadang mimpi seringkali membuatku lupa
akan kehidupan yang sesungguhnya-

Madura, 2004-2006

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: