Kampoeng Pujangga

Ikon

Sebelum Senja Tiba

-Bagi Jamal D Rahman-

bagaikan seekor rusa terlilit di tengah rimba
aku berlari ke penjuru tanpa ujung,
hingga musim panas yang telah berakhir
lahir kembali dalam sajak-sajakku.

suatu pagi aku berhenti
mencari jejak kemerduan serangkaian sajak
yang dihiasi warna pelangi
mengajariku menggantung surya sebelum senja
tiba

aku hanya seekor rusa yang tak tentu rimbanya
lari dan singgah di balik goncangan kata
yang semakin payah,
ketika aku lihat api membakar kemarahanku
dengan sisa-sisa ketakutan.
di bilik-bilik ranting berduri
tubuhku mengaduh aduh tersentuh luka
oleh keringatku sendiri.

menjelang petang
baru aku rasakan kehadiran matahari
di ambang pintu hutan
memaksaku keluar dan bebas
dari deduri dan ketakutan-ketakutan.

menyelami mutiara di dasar lautan
adalah sesuatu yang aku impikan
sebelum senyumku surut terlempar di batas petang.

-di mana harus kuraba mantera
aku hanya seekor rusa tak tentu rimbanya,
karena-

Madura, 2004-2006

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: