Kampoeng Pujangga

Ikon

Sebuah Peziarahan

yang menggelandang di sudut nadi-Mu
mengemas do’a-do’a baru
adalah aku.
menjadikan nisan-nisan basah
menampung air mata
sambil mengukur debu-debu
di atas gundukan tanah peziarah
ditemani bayang al-fatihah.

tanah ini hanyalah peziarahan
tempat pergantian bagi sebuah penantian.
dan nanti entah siapa
yang menggelandang di sudut nadi-Mu
menyusun do’a-do’a baru
di antara nisanku?

“selamat jalan saudara-saudaraku,
kelak, jika waktuku telah binasa
akan aku sisipkan nisanku
di antara nisan-nisanmu”

-di tanah perkuburan
angin mendesakku membuat ramalan tentang kematian-
Jember, 2004-2006

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: