Kampoeng Pujangga

Ikon

Simulasi

sebuah perasaan yang membukit
hanya membuat ribuan simulasi
untuk mendiamkan embun
yang menitik di tepi wajahmu.

pohon-pohon ranggas
dunia kering semakin terbakar
oleh gumulan-gumulan rindu
semenjak aku mendengar ratapan kata
yang pernah kautitahkan.

aku semakin berlumpuh diri
di antara akar-akar berduri,
namun sabda yang kau gelar
kini meng-angin, membuatku bebas
berteduh dari aroma kegelisahan.
barangkali usia cinta kita
sudah terlalu menguban.
namun belum pantas kita menguburnya
karena sisa-sisa nafas yang kita punya
masih tetap menyala.

Madura, 2005

Filed under: Sajak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: