Kampoeng Pujangga

Ikon

Aman Datuk Madjoindo

aman datukAman Datuk Madjoindo atau yang lebih dikenal dengan Aman adalah sastrawan angkatan Balai Pustaka. Ia dilahirkan di Supayang, Solok, Sumatera Barat pada tahun 1896 dan meninggal dunia di Sirukam, Solok, Sumatera Barat pada tanggal 6 Desember 1969.
Sejak tahun 1920, Aman bekerja di Balai Pustaka sebagai korektor, kemudian menjadi ajudan redaktur, dan berlanjut menjadi redaktur. Ia juga pernah menjadi direktur penerbit Balai Pustaka.
Karyanya yang terkenal adalah novel anak-anak Si Doel Anak Betawi yang ia tulis ditahun 1956. Novel atau bacaan untuk anak-anak ini pernah dibuat film layar lebar oleh almarhumm Sjuman Djaja pada tahun 1972. Dari novel ini pulalah Rano Karno terinspirasi untuk membuat sinetron yang berjudul Si Dul Anak Anak Sekolahan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Profil Sastrawan

Tulis Sutan Sati

sengsara membwa nikmatTulis Sutan Sati lahir pada tahun 1898 di Bukittinggi dan meninggal paad zaman Jepang. Karya-karyanya terdiri atas asli dan saduran, baik roman maupun syair. Karya-karyanya yang asli berbentuk roman adalah Sengsara Membawa Nikmat (1928), Tidak Tahu Membalas Guna (1932), Tak Disangka (1932), dan Memutuskan Pertalian (1932), sedangkan karya-karya sadurannya dalam bentuk syair adalah Siti Marhumah Yang Saleh (saduran dari cerita Hasanah yang saleh), Syair Rosina (saduran tentang hal yang sebenarnya terjadi di Betawi pada abad lampau), Sabai nan Aluih (saduran dari sebuah kaba Minangkabau dalam bentuk prosa beriman). Baca entri selengkapnya »

Filed under: Profil Sastrawan

Andul Moeis

abdul moeisAbdul Muis (3 Julai 1883 – 17 Jun 1959; juga dieja sebagai Abdoel Muis) ialah seorang penulis dan wartawan Indonesia.
Dilahirkan di Sungai Puar dekat Bukittinggi, Sumatra Barat, Abdul Muis juga merupakan seorang nasionalis yang pernah menjadi ahli Volksraad (Dewan Rakyat) yang dibentukkan pada tahun 1916. NBeliau pernah mengecam tulisan orang-orang Belanda yang amat menghina bangsa Indonesia melalui tulisannya dalam surat khabar de Express. Abdul Muis juga menentang perayaan peringatan seratus tahun kemerdekaannya Pemerintah Belanda melalui Kesatuan Islam. Selain itu, beliau pernah memimpin pemogokan kaum buruh di daerah Yogyakarta. Abdul Muis turut mempengaruhi tokoh-tokoh Belanda dalam pendirian Technische Hooge School – Institut Teknologi Bandung (ITB). Baca entri selengkapnya »

Filed under: Profil Sastrawan

Nur Sutan Iskandar

salah pilihMuhammad Nur atau yang lebih dikenal dengan nama Nur Sutan Iskandar lahir pada tanggal 3 November 1893 di Sungaibatang, Maninjau, Sumatera Barat. Adapun asal usul namanya menjadi Nur Sutan Iskandar bermula ketika ia menikahi Aminah. Oleh keluarga Aminah, ia diberi gelar Sutan Iskandar. Sejak itu, ia memakai gelar itu dipadukan dengan nama aslinya menjadi Nur Sutan Iskandar.
Dari perkawinannya dengan Aminah itu, Nur Sutan memperoleh lima anak:
1) Nursinah Supardo, lahir 5 Januari 1918, 2) Nursjiwan Iskandar, lahir 6 November 1921, 3) Nurma Zainal Abidin, lahir 24 Mei 1925, 4) Nurtinah Sudjarno lahir 7 Agustus 1928, dan 5) Nurbaity Iskandar, lahir 22 Maret 1933. Dua dari lima anaknya, yaitu Nursinah Supardo dan Nursjiwan Iskandar menuruni bakatnya, gemar dengan dunia karang Pengarang. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Profil Sastrawan

Marah Roesli

marah roesliMarah Roesli atau sering kali dieja Marah Rusli (lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Agustus 1889, meninggal di Bandung, Jawa Barat, 17 Januari 1968 adalah sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka. Keterkenalannya karena karyanya Siti Nurbaya (roman) yang diterbitkan pada tahun 1920 sangat banyak dibicarakan orang, bahkan sampai kini. Siti Nurbaya telah melegenda, wanita yang dipaksa kawin oleh orang tuanya, dengan lelaki yang tidak diinginkannya.
Marah Rusli, sang sastrawan itu, bernama lengkap Marah Rusli bin Abu Bakar. Ia dilahirkan di Padang pada tanggal 7 Agustus 1889. Ayahnya, Sultan Abu Bakar, adalah seorang bangsawan dengan gelar Sultan Pangeran. Ayahnya bekerja sebagai demang. Marah Rusli mengawini gadis Sunda kelahiran Bogor pada tahun 1911. Mereka dikaruniai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Profil Sastrawan

Saatya Berkarya

Domestik

  • 72.772 hits

The Voices of Soul

Rindu Malam

malam


rinduku pada bulan tak usai rinduku pada perawan. ketika gelap terendam dalam kamar lampu-lampu kota menatapku dengan tangis dan ratapan masihkah kelepak malam menawarkan kesetiaan ketika segenap purnama tak lagi menatap polusi yang kian menebal dalam kalbuku? aku mengajak kalian berbenah, menuntaskan malam yang hampir binasa. namun sisa pembakaran tubuhmu terus menyala seakan menjelma perapian selanjutnya. aku berangkat menuju bintang-bintang menghampar sejuta pertanyaan yang tak pernah kita sepakati

Linky in Show




Saya bersama teman-teman sekampus, seusai menonton pagelaran membaca puisi di Taman Ismail Marzuki, bersama Jamal D. Rahman dan Agus R Sarjono



Acara SBSB (Siswa Bertanya Sastra Menjawab) di Ponpes Al-Amien Prenduan. Dari kiri: Ali Ibnu Anwar, Jamal D Rahman, Joni Ariadinata, KH Moh Idris Jauhari, Taufiq Ismail, Moh Hamzah Arsa, Hasan Sanjuri



Bersama mas Dedy Mizwar saat menghadiri Kongkow Sastra di Gelanggang Remaja, Senen, Jakarta.



Selepas acara bedah buku Sepasang Mata yang Cemburu bersama D. Zawawi Imron di Universitas Muhammadiyah Jember

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!