Kampoeng Pujangga

Ikon

Naga Bonar: Sebuah Dokumentasi Perjuangan yang Terlupakan


Setelah keluar film ‘Naga Bonar jadi 2’, maka beberapa bulan kemudian, banyak orang-orang bertanya; Bagaimana film ‘Naga Bonar 1’?
Saya pun demikian. Beberapa hari yang lalu, Kamis (23/4) saya nonton film Naga Bonar 1 di Theatre 21 Kalibata. Memang agak terlambat saya datang. Tapi saya masih bisa menikmatinya seakan-akan full version.
Naga Bonar adalah seorang pencopet, berasal dari keluarga miskin. Di masa perjuangan, dia senantiasa mengobarkan semangat juang kepada para pemuda di desa. Sehingga, kemudian diangkatlah dia menjadi Jendral.
Sebenar-benar cita-citanya, dia ingin menjadi seorang seniman, seperti yang dia sebut berurang kali nama bang Pohan. Tapi, dia sadar bahwa dia adalah bekas pencopet, mana mungkin jadi seniman.
Suatu saat, dia berunding bersama para tentara Belanda. Ketika ditanya keberadaan tentaranya, dia malah menunjuk tempat di mana para terntara itu tinggal. Para tentara itupun meminta agar perundingan di tunda. Ketika perundingan usai, dan Naga Bonar berjabat tangan dengan Jendral Belanda, dia mengambil jam tangan swiss milik jenderal Belanda itu dan memberikannya kepada Bujang, teman seperjuangannya.
Suatu hari, si Bujang keluar dengan memakai pakaian kebesaran si Naga. Saat itu dia terbunuh dan Belanda mengira bahwa itu adalah Naga Bonar. Sehingga Belanda terkejut ketika mengetahui bahwa Naga Bonar masih hidup.
Itulah kisah yang menarik dan bergaya humoris realistis yang dibangun oleh Dedy Mizwar beserta rekan-rekannya. Sayang, presiden lebih tertarik untuk menonton Ayat-ayat Cinta daripada Naga Bonar. Dokumentasi perjuangan yang mulai terlupakan. Sungguh sangat disayangkan.
Salam!

Filed under: Catatan Mungil

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: