Kampoeng Pujangga

Ikon

Sultan Takdir Alisjahbana

  • sultan takdir alisy\\jahbana (STA), (Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 – Jakarta, 17 Juli 1994), adalah sastrawan Indonesia. Menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987).Diberi nama Takdir karena jari tangannya hanya ada 4.
    Pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan 1948-1953), Pembina Bahasa Indonesia (1947-1952), dan Konfrontasi (1954-1962). Pernah menjadi guru HKS di Palembang (1928-1929), dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kebudayaan di UI (1946-1948), guru besar Bahasa Indonesia, Filsafat Kesusastraan dan Kebudayaan di Universitas Nasional, Jakarta (1950-1958), guru besar Tata Bahasa Indonesia di Universitas Andalas, Padang (1956-1958), dan guru besar & Ketua Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1963-1968)
  • .
    Sebagai anggota Partai Sosialis Indonesia, STA pernah menjadi anggota parlemen (1945-1949), anggota Komite Nasional Indonesia, dan anggota Konstituante (1950-1960). Selain itu, ia menjadi anggota Societe de linguitique de Paris (sejak 1951), anggota Commite of Directors of the International Federation of Philosophical Sociaties (1954-1959), anggota Board of Directors of the Study Mankind, AS (sejak 1968), anggota World Futures Studies Federation, Roma (sejak 1974), dan anggota kehormatan Koninklijk Institute voor Taal, Land en Volkenkunde, Belanda (sejak 1976). Dia juga pernah menjadi Rektor Universitas Nasional, Jakarta, Ketua Akademi Jakarta (1970-1994), dan pemimpin umum majalah Ilmu dan Budaya (1979-1994), dan Direktur Balai Seni Toyabungkah, Bali (-1994).
    Ayah STA, Raden Alisyahbana Sutan Arbi, ialah seorang guru. Selain itu, dia juga menjalani pekerjaan sebagai penjahit, pengacara tradisional (pokrol bambu), dan ahli reparasi jam. Selain itu, dia juga dikenal sebagai pemain sepakbola yang handal. Kakek STA dikenal sebagai seseorang yang dianggap memiliki pengetahuan agama dan hukum yang luas, dan di atas makamnya tertumpuk buku-buku yang sering disaksikan terbuang begitu saja oleh STA ketika dia masih kecil. Kabarnya, ketika kecil STA bukan seorang kutu buku, dan lebih senang bermain-main di luar. Setelah lulus dari sekolah dasar pada waktu itu, STA pergi ke Bandung, dan seringkali menempuh perjalanan tujuh hari tujuh malam dari Jawa ke Sumatera setiap kali dia mendapat liburan. Pengalaman ini bisa terlihat dari cara dia menuliskan karakter Yusuf di dalam salah satu bukunya yang paling terkenal: Layar Terkembang.
    Setelah lulus dari Hogere Kweekschool di Bandung, STA melanjutkan ke Hoofdacte Cursus di Jakarta (Batavia), yang merupakan sumber kualifikasi tertinggi bagi guru di Hindia Belanda pada saat itu. Di Jakarta, STA melihat iklan lowongan pekerjaan untuk Balai Pustaka, yang merupakan biro penerbitan pemerintah administrasi Belanda. Dia diterima setelah melamar, dan di dalam biro itulah STA bertemu dengan banyak intelektual-intelektual Hindia Belanda pada saat itu, baik intelektual pribumi maupun yang berasal dari Belanda. Salah satunya ialah rekan intelektualnya yang terdekat, Armijn Pane.
    Dalam kedudukannya sebagai penulis ahli dan kemudian ketua Komisi Bahasa selama pendudukan Jepang,Takdir melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi bahasa nasional yang menjadi pemersatu bangsa. Ia yang pertama kali menulis Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936) dipandang dari segi Indonesia, buku mana masih dipakai sampai sekarang,serta Kamus Istilah yang berisi istilah- istilah baru yang dibutuhkan oleh negara baru yang ingin mengejar modernisasi dalam berbagai bidang. Setalah Kantor Bahasa tutup pada akhir Perang Dunia kedua, ia tetap mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia melalui majalah Pembina Bahasa yang diterbitkan dan dipimpinnya. Sebelum kemerdekaan, Takdir adalah pencetus Kongres Bahasa Indonesia pertama di Solo. Pada tahun 1970 Takdir menjadi Ketua Gerakan Pembina Bahasa Indonesia dan inisiator Konferensi Pertama Bahasa- Bahasa Asia tentang “The Modernization of The Languages in Asia (29 September-1 Oktober 1967)

    ————-
    MENUJU KE LAUT

    Kami telah meninggalkan engkau,
    tasik yang tenang, tiada beriak,
    diteduhi gunung yang rimbun
    dari angin dan topan.
    Sebab sekali kami terbangun
    dari mimpi yang nikmat:

    “Ombak ria berkejar-kejaran
    di gelanggang biru bertepi langit.
    Pasir rata berluang dikecup,
    tebing curam ditantang diserang,
    dalam bergurau bersama angin,
    dalam berlomba bersama mega”.

    Sejak itu jiwa gelisah,
    Selalu berjuang, tiada reda,
    Ketenangan lama rasa beku,
    gunung pelindung rasa pengalang
    Berontak hati hendak bebas,
    menyerang segala apa mengadang.

    Gemuruh berderu kami jatuh,
    terhempas berderai mutiara bercahaya,
    Gegap gempita suara mengerang,
    dahsyat bahna suara menang.
    Keluh dan gelak silih berganti
    pekik dan tempik sambut menyambut.

    Tetapi betapa sukarnya jalan,
    badan terhernpas, kepala tertumbuk,
    hati hancur, pikiran kusut,
    namun kembali tiadalah ingin,
    keterangan lama tiada diratap.

    Kami telah meninggalkan engkau,
    tasik yang tenang tiada beriak,
    diteduhi gunung yang rimbun
    dari angin dan topan.
    Sebab sekali kami terbangun
    dari mimpi yang nikmat.

    ————-
    Karya-karyanya:
    * Tak Putus Dirundung Malang (novel, 1929)
    * Dian Tak Kunjung Padam (novel, 1932)
    * Tebaran Mega (kumpulan sajak, 1935)
    * Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936)
    * Layar Terkembang (novel, 1936)
    * Anak Perawan di Sarang Penyamun (novel, 1940)
    * Puisi Lama (bunga rampai, 1941)
    * Puisi Baru (bunga rampai, 1946)
    * Pelangi (bunga rampai, 1946)
    * Pembimbing ke Filsafat (1946)
    * Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia (1957)
    * The Indonesian language and literature (1962)
    * Revolusi Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia (1966)
    * Kebangkitan Puisi Baru Indonesia (kumpulan esai, 1969)
    * Grotta Azzura (novel tiga jilid, 1970 & 1971)
    * Values as integrating vorces in personality, society and culture (1974)
    * The failure of modern linguistics (1976)
    * Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan (kumpulan esai, 1977)
    * Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sebagai Bahasa Modern (kumpulan esai, 1977)
    * Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Segi Nilai-Nilai (1977)
    * Lagu Pemacu Ombak (kumpulan sajak, 1978)
    * Amir Hamzah Penyair Besar antara Dua Zaman dan Uraian Nyanyian Sunyi (1978)
    * Kalah dan Menang (novel, 1978)
    * Menuju Seni Lukis Lebih Berisi dan Bertanggung Jawab (1982)
    * Kelakuan Manusia di Tengah-Tengah Alam Semesta (1982)
    * Sociocultural creativity in the converging and restructuring process of the emerging world (1983)
    * Kebangkitan: Suatu Drama Mitos tentang Bangkitnya Dunia Baru (drama bersajak, 1984)
    * Perempuan di Persimpangan Zaman (kumpulan sajak, 1985)
    * Seni dan Sastra di Tengah-Tengah Pergolakan Masyarakat dan Kebudayaan (1985)
    * Sajak-Sajak dan Renungan (1987).

    Filed under: Profil Sastrawan

    One Response

    1. mohon infonya tentang “TATA BAHASA BAKU BAHASA INDONESIA” karangannya boszzzzzzzzzzzz, tahun 1986

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Linky


    "Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

    salam
    Ali Ibnu Anwar

    Hot News

    Day to Day

    Mei 2008
    S S R K J S M
        Jun »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

    Numpang

    Dokumen

    Suara Sumbang

    Nge-blog yuk!

    %d blogger menyukai ini: