Kampoeng Pujangga

Ikon

Titis Basino

Titis Basino, dilahirkan pada 17 Januari 1939 di Magelang dengan nama lengkap Titis Retnoningrum Basino dari pasangan Basino Atmodisuryo dan Suparmi, adalah seorang sastrawati Indonesia pada kurun waktu 1960-1990-an. Sebelum tahun 1980-an namanya tidak banyak dikenal, mungkin karena Titis lebih banyak menulis cerita pendek daripada novel. Baru pada akhir 1980-an dan tahun 1990-an novel-novelnya bermunculan.
Titis menempuh pendidikan dasar dan pendidikan menengahnya di kota Purwokerto. Dia menyelesaikan pendidikan dasarnya pada tahun 1945; SMP diselesaikannya pada tahun 1955, dan SMA pada tahun 1958.
Setamat SMA, Titis pindah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia menyelesaikan tingkat sarjana mudanya pada 1961, lalu bekerja sebagai karyawan Perpustakaan FSUI selama satu tahun (1962). Kemudian, Titis bekerja sebagai pramugari pada maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways (1963-1964).
Titis mulai mengarang pada tahun 1957, ketika ia masih duduk di bangku SMA. Saat itu, karangan-karangannya banyak mengisi majalah sekolah. Pada 1963 ia mulai dikenal oleh para pembaca sastra Indonesia ketika sebuah cerita pendeknya yang berjudul “Dia, Hotel, dan Surat Keputusan” diterbitkan oleh majalah “Sastra” dan dinyatakan sebagai penerima hadiah hiburan.
Karya awalnya “Meja Gambar” diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “The Drafting Table” oleh Claine Sivensen dan diterbitkan oleh Yayasan Lontar.
Titis terus menerbitkan karya-karyanya, hingga tuntutan keluarga memaksanya berhenti pada 1997.
Pada [[1998] Titis mendapatkan Penghargaan Sastra Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa atas karyanya Dari Lembah ke Coolibah.
Pada 1999 pemerintah Malaysia menganugerahkan kepadanya penghargaan Mastra, sebuah penganugerahan karya sastra yang kompetitif di Asia Tenggara. Meskipun Titis menulis tentang berbagai topik, ia paling dikenal untuk cerita-ceritanya mengenai kaum perempuan dan masalah dalam hubungan pribadi kaumnya.
Titis menikah dengan Ir. Purnomo Ismadi pada tanggal 5 Mei 1964.

——————-

Karya-karyanya:

Cerita pendek

* Pelarian (1962)
* Dia, Hotel, Surat Keputusan (1963)
* Lesbian (1976)
* Rumah Dara (1977)
* Sarang Burung (1997)
* Mendaratnya Sebuah Kapal (1997)
* Mawar Hari Esok (1997)
* Susuk (cerpen, dalam John H. McGlynn, Menagerie I, Jakarta: Lontar Foundation)

Novel

* Bukan Rumahku (1976)
* Pelabuhan Hati (1978)
* Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu (1983)
* Trilogi: Dari Lembah Ke Coolibah (1997); Welas Asih Merengkuh Tajali (1997); Menyucikan Perselingkuhan (1998)
* Aku Supiah Istri Wardian (1998)
* Tersenyumpun Tidak Untukku Lagi (1998)
* Terjalnya Gunung Batu (1998)
* Aku Kendalikan Air, Api, Angin, dan Tanah (1998)
* Rumah Kaki Seribu (1998)
* Tangan-Tangan Kehidupan (1999)
* Bila Binatang Buas Pindah Habitat (1999)
* Mawar Hitam Milik Laras (1999)

Filed under: Profil Sastrawan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: