Kampoeng Pujangga

Ikon

Asyik, Aku Masuk Sanggar Tari


Satu hal yang masih banyak orang yang belum tau tentang aku. Sejak SD, aku sudah ikut kesenian menari. Tapi setelah keluar, aku tidak lagi mengikuti aktivitas paling mengesankan itu.

Setelah aku masuk pesantren, aku juga ikut seni bela diri, yang menurutku juga melatih gerak tubuh yang indah dengan berbagai keterampilan menghindari pukulan lawan dan macam-macamlah jurus yang aku pelajari. Termasuk bagaimana cara menggunakan senjata seperti: tongkat, doublestick dan clurit.

Mendengar bahwa di kampus ada sanggar tari, aku jadi tertarik untuk mencari informasi. Kali aja ada yang khusus cowok. Wah ternyata benar. Akhirnya, aku menghubungi Riri rekan kelasku untuk mendaftarkan namaku. Hari ini aku pertama latihan. Tak ada motivasi lain selain rindi pada gerakan tarian yang, sungguh mengindahkan setiap mata yang melihatnya.

Pertama kali latihan, aku diajari tari salam prajurit dalam adegan Batharayudha. Karena sudah lama aku tidak lagi bergelut dengan jenis kesenian olah gerak badan ini, maka teramat sulit bagi aku mengikuti gerakan sang pelatih yang sangat lentur sekali. Ternyata memang tubuhku sudah kaku semua. Tapi ada gerakan-gerakan yang aku suka; yaitu cara membuka salam prajurit yang hampir sama dengan gerakan bela diri yang pernah aku pelajari selama aku di pesantren.

Sungguh sebuah permulaan indah.

Filed under: Catatan Mungil

One Response

  1. Ani mengatakan:

    Aku ikut sanggar tari waktu SD saja…begitu masuk SMP terus sibuk dan ikut kegiatan lainnya, menari jadi terlupakan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: