Kampoeng Pujangga

Ikon

Kota Tanpa Masjid di Malam Hari

Akhirnya Juki menemukan sebuah kran di pinggir sebuah gedung. Walaupun tidak terlalu deras, tapi cukuplah untuk sekedar membasuh muka dan mengambil air wudhu. Kemudian menggelar sebuah kertas koran yang sudah dibacanya berulangkali. Dilakukanlah kewajibannya sebagai seorang hamba yang senantiasa taat menghambakan dirinya kepada Dzat yang telah menciptakannya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ceritera

Kereta Berhenti Lama Sekali

Sebuah kereta ekonomi akan segera berangkat. Sebagian penumpang sudah menaiki kereta itu. Bahkan sudah ada yang naik dari sejam yang lalu. Ada juga yang masih sibuk dengan tali kardus yang putus karena beban di dalamnya terlalu berat. Sebagian menuntun keluarga mereka untuk mempergegas langkahnya. Penjaga karcis juga terlihat sibuk melayani penumpang yang sedang mengantri untuk masuk.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ceritera

Perempuan dengan Keringat Mengalir di Lehernya

Perempuan yang tadinya berdiri tegak di depanku, kini duduk di samapingku selepas salah seorang penumpang yang tadinya duduk di sampingku mengeluarkan uang logam dan melentingkannya ke besi korden yang tergantung di sisi kanan kiri bis kota. Bis berhenti. Orang itu turun di pertigaan. Seorang kenek dari tadi mondar-mandir dari pintu depan ke belakang. Di tangannya terbeber beberapa lembar uang kertas. Dan yang satunya lagi menggerincinkan uang logam sambil berkata ”Karcis baru! Karcis baru!” kapada segenap penumpang.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ceritera

Sebilah Pisau Bermawar

Kapan aku harus bebas memetik Mawar-mawar harum. Di mana-mana, di taman-taman kota, di pekarangan rumah, dan di tempat-tempat lain kutemui Mawar-mawar selalu berduri belati. Tanganku seringkali tidak memiliki kebebasan untuk memetik Mawar itu dengan sempurna. Terkadang durinya melukai jari-jariku sehingga darah segar seringkali muncul dari lubang kecil hasil ukiran duri Mawar yang ingin ku petik. Kalau aku memetik mahkotanya saja, memang tanganku tidak mungkin terluka. Namun yang kulakukan tidak lebih hanya usaha yang sia-sia. Sehingga aku benci menyimpannya bersama bunga-bunga lainnya sebagai tanaman hias di ruang-ruang tamu ataupun meja belajarku. Dan lebih suka mendiamkannya hidup bersama tangkainya di taman-taman agar bisa selalu kurasakan keindahan yang selalu hadir bersama wanginya. Karena Mawar-mawar itu selalu berduri belati.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ceritera

Pengantin Baru yang Gelisah

Malam ini, malam pernikahan Turiman. Di samping pelaminan, sudah dibangun sebuah panggung. Orang-orangpun segera tahu kalau itu adalah panggung untuk penyanyi dangdut menyambut para tamu yang datang untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Biasanya juga untuk menyambut orang-orang dari pihak pria dalam acara tembang manten*. Dimana kedua pengantin naik ke pentas dan semua orang, terutama dari pihak pria memberikan bunga-bunga sosial berupa uang sawer kepada pengantin dan juga penyanyi dangdut. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Ceritera

Saatya Berkarya

Domestik

  • 72.565 hits

The Voices of Soul

Rindu Malam

malam


rinduku pada bulan tak usai rinduku pada perawan. ketika gelap terendam dalam kamar lampu-lampu kota menatapku dengan tangis dan ratapan masihkah kelepak malam menawarkan kesetiaan ketika segenap purnama tak lagi menatap polusi yang kian menebal dalam kalbuku? aku mengajak kalian berbenah, menuntaskan malam yang hampir binasa. namun sisa pembakaran tubuhmu terus menyala seakan menjelma perapian selanjutnya. aku berangkat menuju bintang-bintang menghampar sejuta pertanyaan yang tak pernah kita sepakati

Linky in Show




Saya bersama teman-teman sekampus, seusai menonton pagelaran membaca puisi di Taman Ismail Marzuki, bersama Jamal D. Rahman dan Agus R Sarjono



Acara SBSB (Siswa Bertanya Sastra Menjawab) di Ponpes Al-Amien Prenduan. Dari kiri: Ali Ibnu Anwar, Jamal D Rahman, Joni Ariadinata, KH Moh Idris Jauhari, Taufiq Ismail, Moh Hamzah Arsa, Hasan Sanjuri



Bersama mas Dedy Mizwar saat menghadiri Kongkow Sastra di Gelanggang Remaja, Senen, Jakarta.



Selepas acara bedah buku Sepasang Mata yang Cemburu bersama D. Zawawi Imron di Universitas Muhammadiyah Jember

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Day to Day

Desember 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!