Kampoeng Pujangga

Ikon

Setelah Menatap yang Tampak, Pedih Terkubur Tak Tampak

Buku Sepasang Mata yang Cemburu

Epilog

Kumpulan puisi dalam buku berjudul “Sepasang Mata yang Cemburu”, merupakan catatan dari ketidakmampuan saya berdamai dengan mata yang merekam taman surgawi seakan pemandangan buruk dan tak layak ditampilkan. Dalam tempo itu, ketidakadilan, kegelisahan, kepedihan berbicara dan meminta saya merekamnya.

Rekaman-rekaman itu tercecer di mana saja, setiap kali mata saya menjalankan fungsinya. Menatap yang tampak. Menyimak yang nyata. Namun, rasanya lebih damai bila mata itu terpejam, tersebab dalam keadaan terbuka ia selalu membaca kenakalan-kenakalan yang terselubung.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Esai

Cermin Disiplin Kerja

sleepSuasana ruangan ber-AC itu tiba-tiba panas seketika. “Siapa yang tak jengkel bila kita terusik saat bekerja?” Demikian raungan yang keluar dari mulut Ibu Mursida (42), salah seorang pegawai negeri di sebuah departemen yang giat bekerja. Sejak tadi dia keluar masuk ruangan, mengcopy arsip-arsip bantuan di ruang sebelah, karena foto copy yang ada di ruangannya rusak.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Esai

Cepat Menghapal dengan Mind Map

fikirMengapa peserta didik mengalami kesulitan dalam menghadapi pelajaran, terutama pelajaran yang menuntut hapalan dan MIPA?

Para pendidik sering menjumpai momok semacam ini pada anak didiknya saat kegiatan belajar dan pembelajaran. Tentu, hal ini mengundang kendala mereka untuk mentransfer pengetahuan sepenuhnya kepada peserta didik. Dan kesulitan semacam ini, sangat perlu segera diatasi.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Esai

PEMILU: PEsta MIlih LUthung

lutung“Pemilihan umum telah menanti kita.” Itu ungkapan pemilu pada tahun 2004 dan tahun-tahun sebelumnya. Namun sekarang sudah berubah, “Pemilu tak pernah kita nantikan.” Ya, bayangkan saja, saat ini ada sekitar 34 partai yang siap membingungkan warga Indonesia. Dan, setiap partai memiliki caleg DRP/D sendiri-sendiri. Entah berapa anggaran yang dikeluarkan KPU dalam hal cetak-mencetak? Saya kurang mafhum. Yang saya tahu, harga terendah hingga harga tertinggi saya mencetak beberapa kalender dari berbagai caleg partai. Soalnya, sembari kuliah, saya juga mencetak kalender untuk partai. Saya tidak menyia-nyiakan ilmu desain, hasil saya bertapa bermalam-malam di pondok pesantren.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Esai

Sastra Profetik Kuntowijoyo

Membaca kover depan Majalah Sastra Horison, No 5, terbitan bulan Mei 2005 lalu, tepatnya ketika saya masih di pesantren, saya terakejut, karena tertera surat Kontowijoyo—barangkali itu surat terakhirnya kepada Redaksi majalah sastra nusantara tersebut. Karena, tiga minggu setelahnya, Kontowijoyo wafat. Kurang lebih, demikian isi surat yang ditulisnya tersebut: Baca entri selengkapnya »

Filed under: Esai

Saatya Berkarya

Domestik

  • 72.565 hits

The Voices of Soul

Rindu Malam

malam


rinduku pada bulan tak usai rinduku pada perawan. ketika gelap terendam dalam kamar lampu-lampu kota menatapku dengan tangis dan ratapan masihkah kelepak malam menawarkan kesetiaan ketika segenap purnama tak lagi menatap polusi yang kian menebal dalam kalbuku? aku mengajak kalian berbenah, menuntaskan malam yang hampir binasa. namun sisa pembakaran tubuhmu terus menyala seakan menjelma perapian selanjutnya. aku berangkat menuju bintang-bintang menghampar sejuta pertanyaan yang tak pernah kita sepakati

Linky in Show




Saya bersama teman-teman sekampus, seusai menonton pagelaran membaca puisi di Taman Ismail Marzuki, bersama Jamal D. Rahman dan Agus R Sarjono



Acara SBSB (Siswa Bertanya Sastra Menjawab) di Ponpes Al-Amien Prenduan. Dari kiri: Ali Ibnu Anwar, Jamal D Rahman, Joni Ariadinata, KH Moh Idris Jauhari, Taufiq Ismail, Moh Hamzah Arsa, Hasan Sanjuri



Bersama mas Dedy Mizwar saat menghadiri Kongkow Sastra di Gelanggang Remaja, Senen, Jakarta.



Selepas acara bedah buku Sepasang Mata yang Cemburu bersama D. Zawawi Imron di Universitas Muhammadiyah Jember

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Day to Day

Desember 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!