Kampoeng Pujangga

Ikon

Sarang Air Mata

ada seekor burung
kepalanya bermahkotakan perigi
dari sepotong bambu tua
mengajari rerumputan terbang
menyusun sarang air mata dengan tangannya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sajak

Betah yang Kupadukan

yang kupadukan adalah rinduku pada tanah kelahiran dan pulau air mata,
diam. bernada kejenuhan tumpah dalam sajak keangkuhan sengketa.
aku semakin rindu tanah halaman
tempat masyarakatku memaknai kehidupan
dan mengenang anak-anak riang
yang telanjang di ujung-ujung sungai
mandi dari sisa-sisa air pesawahan.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sajak

Sebelum Senja Tiba

-Bagi Jamal D Rahman-

bagaikan seekor rusa terlilit di tengah rimba
aku berlari ke penjuru tanpa ujung,
hingga musim panas yang telah berakhir
lahir kembali dalam sajak-sajakku.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sajak

Nelayan yang Berlayar ke Seberang

seruan adzan jatuh di jalan-jalan
dan di setiap sudut dinding-dinding lautan.
badai gemetar melangkah di bingkai langit.
apipun padam dengan bait,
dengan kalimat,
hayya ‘ala al-shalaah
memeluk tanjung dan menyentuh sisi daratan
membangunkan angin yang rebah di serat dedaunan
seperti tangis di rintik wajah gerimis.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sajak

Tempat yang Kesekian

selayang dzikir yang terlepas dari dasar rusukku
semakin runcing menusuk malam-malam baru.
kata-kata lebih dari sekedar pengakuan
mengasah termenung di saat menyuci suci.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sajak

Saatya Berkarya

Domestik

  • 72.772 hits

The Voices of Soul

Rindu Malam

malam


rinduku pada bulan tak usai rinduku pada perawan. ketika gelap terendam dalam kamar lampu-lampu kota menatapku dengan tangis dan ratapan masihkah kelepak malam menawarkan kesetiaan ketika segenap purnama tak lagi menatap polusi yang kian menebal dalam kalbuku? aku mengajak kalian berbenah, menuntaskan malam yang hampir binasa. namun sisa pembakaran tubuhmu terus menyala seakan menjelma perapian selanjutnya. aku berangkat menuju bintang-bintang menghampar sejuta pertanyaan yang tak pernah kita sepakati

Linky in Show




Saya bersama teman-teman sekampus, seusai menonton pagelaran membaca puisi di Taman Ismail Marzuki, bersama Jamal D. Rahman dan Agus R Sarjono



Acara SBSB (Siswa Bertanya Sastra Menjawab) di Ponpes Al-Amien Prenduan. Dari kiri: Ali Ibnu Anwar, Jamal D Rahman, Joni Ariadinata, KH Moh Idris Jauhari, Taufiq Ismail, Moh Hamzah Arsa, Hasan Sanjuri



Bersama mas Dedy Mizwar saat menghadiri Kongkow Sastra di Gelanggang Remaja, Senen, Jakarta.



Selepas acara bedah buku Sepasang Mata yang Cemburu bersama D. Zawawi Imron di Universitas Muhammadiyah Jember

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Day to Day

Januari 2022
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!