Kampoeng Pujangga

Ikon

Geliat Penyair Muda Madura

S.Yoga

Madura selain terkenal sebagai pulau garam dan tembakau ternyata menyimpan banyak potensi, di antaranya dunia kepenyairan, sastrawan. Ini bisa kita lihat dari beberapa nama yang sudah malang melintang di dunia kepenyairan, sebut saja D Zawami Imron, Abdul Hadi WM, yang lebih muda lagi Jamal D Rahman, Ahmad Nurulah, Syaf Anton WR dan Hidayat Raharja.
Sedang yang masih setia tinggal di kampung halamanya selain D Zamawi Imron, yang terus berbaur dengan msyarakat dan keromantisan desa pesisir, ada Syaf Anton dan Hidayat Raharja. Yang lain meski tinggal di Jakarta tapi masih terikat dengan kampung dan adat, bila sewaktu-waktu ada acara keluarga maka mereka berdatangan ke kampung halamannya, sehingga karya-karya merekapun masih ketara nafas Maduranya, karena ikatan batin itu susah untuk dihilangkan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tulisan Non-Saya

Peta Penyair Muda Jawa Timur

MENARIK sekali untuk melihat perkembangan dan dinamika para penyair muda Jawa Timur yang terlahir sesudah 1970. Generasi ini kurang lebih mulai menulis puisi pada era 90-an dan yang terlahir pada tahun 1980 mulai menulis pada 2000-an.

Dengan berbagai problematik pencarian jati dirinya. Tentu saja karena wilayah Jawa Timur mencakup daerah-daerah yang bermacam- macam geografinya, baik perkotaan, pesisir, pedesaan, dan daerah transisi, maka wajar saja hasil capaian para penyairnya bervariasi. Belum lagi, secara institusi ada yang menggeluti puisi sejak di SMA,pondok pesantren,maupun saat kuliah.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Tulisan Non-Saya

Saatya Berkarya

Domestik

  • 72.565 hits

The Voices of Soul

Rindu Malam

malam


rinduku pada bulan tak usai rinduku pada perawan. ketika gelap terendam dalam kamar lampu-lampu kota menatapku dengan tangis dan ratapan masihkah kelepak malam menawarkan kesetiaan ketika segenap purnama tak lagi menatap polusi yang kian menebal dalam kalbuku? aku mengajak kalian berbenah, menuntaskan malam yang hampir binasa. namun sisa pembakaran tubuhmu terus menyala seakan menjelma perapian selanjutnya. aku berangkat menuju bintang-bintang menghampar sejuta pertanyaan yang tak pernah kita sepakati

Linky in Show




Saya bersama teman-teman sekampus, seusai menonton pagelaran membaca puisi di Taman Ismail Marzuki, bersama Jamal D. Rahman dan Agus R Sarjono



Acara SBSB (Siswa Bertanya Sastra Menjawab) di Ponpes Al-Amien Prenduan. Dari kiri: Ali Ibnu Anwar, Jamal D Rahman, Joni Ariadinata, KH Moh Idris Jauhari, Taufiq Ismail, Moh Hamzah Arsa, Hasan Sanjuri



Bersama mas Dedy Mizwar saat menghadiri Kongkow Sastra di Gelanggang Remaja, Senen, Jakarta.



Selepas acara bedah buku Sepasang Mata yang Cemburu bersama D. Zawawi Imron di Universitas Muhammadiyah Jember

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Day to Day

Desember 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!