Kampoeng Pujangga

Ikon

MK tidak Seseru LP

maryamah

maryamah

Saya menghabiskan waktu dua hari membaca tetralogi terakhir Andrea Herata “Maryamah Karpov” (MK), walaupun bukunya pinjam dari Kak Nida. MK tidak memaksa saya untuk bersegera menyelesaikan bacaan itu. Karena saya mengira, mungkin energi Andrea Herata tidak sesuper energi yang dikerahkan ketika menulis Laskar Pelangi (LP).
Ketika membaca LP, saya membayangkan penulisnya adalah seorang yang sudah memiliki pengalaman dalam bidang tulis menulis. Bahkan, saya sampai pada sebuah kesimpulan; “Seandainya Andrea menulis puisi, dengan lejitan katanya yang meliut-liut bagai belut, akan menghasilkan puisi yang luar biasa hebat.”
Karena memang ada semacam kamboja yang memaksa saya mencari titik datangnya wewangian di dalamnya.
Berbeda ketika saya membaca MK. Sekilas saya penasaran, apa di balik judul Maryamah Karpov? Apakah itu the wonder thing seperti Edensor? Tapi ternyata saya tidak menemukan alasan yang pasti mengapa Andrea memberi judul buku terakhirnya “Maryamah Karpov”, sedang dia hanya seorang penjaga warung kopi yang anaknya selalu memainkan biola di tengah-tengah mereka yang minum kopi.
Atau jangan-jangan…?
Ya, saya kira Andrea terlalu memaksakan buku keempat itu terbit. Sehingga auranya kurang menyengat seperti LP. Seandainya dia menulis hingga Trilogi saja, yaitu sampai buku berjudul Edensor, mungkin akan lebih membuat saya senang. Tapi saya cukup bangga dengan Mas Andrea.

Filed under: Diary-ku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: