Kampoeng Pujangga

Ikon

PEMILU: PEsta MIlih LUthung

lutung“Pemilihan umum telah menanti kita.” Itu ungkapan pemilu pada tahun 2004 dan tahun-tahun sebelumnya. Namun sekarang sudah berubah, “Pemilu tak pernah kita nantikan.” Ya, bayangkan saja, saat ini ada sekitar 34 partai yang siap membingungkan warga Indonesia. Dan, setiap partai memiliki caleg DRP/D sendiri-sendiri. Entah berapa anggaran yang dikeluarkan KPU dalam hal cetak-mencetak? Saya kurang mafhum. Yang saya tahu, harga terendah hingga harga tertinggi saya mencetak beberapa kalender dari berbagai caleg partai. Soalnya, sembari kuliah, saya juga mencetak kalender untuk partai. Saya tidak menyia-nyiakan ilmu desain, hasil saya bertapa bermalam-malam di pondok pesantren.
Paling murah, saya mencetak kalender partai mulai harga Rp. 200,- hingga Rp. 15.000,-. Itu tergantung ukuran dan bahan dasarnya. Bagi saya, pemilu kali ini benar-benar seperti ketiban duren tanpa kulit lagi. Jadi saya tinggal me-lep buah duren saja.
Saya juga kurang tahu, apakah rakyat kita bodoh, dibodohi atau bodoh kuadrat? Bayangkan saja, saat ini, kalau boleh dikata, tukang becakpun ingin mencalonkan diri jadi caleg partai. Apalagi caleg yang partai-partai bau kencur, yang untuk kencing saja masih belum lurus. Padahal, di Amerika, yang dikenal dengan negara yang sebagian besar penduduknya terpelajar, tidak sebegitu parah. DEMOKRASI! Okelah. Untuk saat ini bolehlah kita berdalih, adanya supermultipartai ini adalah salah satu bentuk demokrasi kerakyatan. Biar rakyat sendiri yang memilih pemimpin dan legislatornya. Saya hanya ingin melihat saja, seberapa besar dampak demokrasi semacam ini untuk mengubah nasib rakyat dan bangsa. Lha wong tidak sedikit dari para caleg DPR/D dari partai manapun yang NGUTANG ketika nyetak kalender dan leflet berupa buku saku dan sticker. Bahkan ada yang sengaja tidak mengambil barang cetakannya, dan dibiarkan saja menumpuk di percetakan. Maka dari itu hati-hati dengan caleg-caleg semacam ini. Dan hal seperti ini tidak hanya terjadi satu kali dua. Bahkan berkali-kali!
Tapi saya jadi tidak begitu nganggur dengan adanya supermultipartai dan legislatornya yang luar biasa banyak. Malah, setiap selesai shalat saya kemudia menyematkan sedikit do’a: MUDAH-MUDAHAN PEMILIHAN INI DILAKSANAKAN TIGA TAHUN SEKALI DENGAN PARTAI YANG LEBIH BANYAK LAGI, walau bagi saya, PEMILU tak lebih dari: PEsta MIlih LUtung! Yaaa!

Filed under: Esai

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Linky


"Bila kau tak ingin menghilang dari dunia ini, maka berbuatlah sesuatu yang patut dikenang dan tulislah sesuatu yang mesti diabadikan" Kalau saja ungkapan itu tidak salah, mengapa harus kita hindari. Mencoba! tidak ada salahnya. Berbuat! suatu keharusan. Salah! Who makes no mistakes, makes nothing! Ya, begitulah kira-kira! Selamat membaca!

salam
Ali Ibnu Anwar

Hot News

Day to Day

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Numpang

Dokumen

Suara Sumbang

Nge-blog yuk!

%d blogger menyukai ini: